Topik sebelumnyaGo downTopik selanjutnya
avatar
Kemas Muhammad Nabil
Join : 11.03.18

Pengalaman astronot susah nya shalat di luar angkasa

on 3/11/2018, 16:00
Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, astronot muslim pertama
-Pada 17 Juni 1985, pesawat Discovery yang mengangkasa dari Kennedy Space Center, Amerika Serikat membawa seorang pemeluk agama Islam : Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Saud.

Pangeran Arab Saudi itu menjadi astronot muslim pertama di angkasa luar.

Saat melihat Bumi hanya setitik kecil, ia mengalami pengalaman spiritual. "Di sana kita akan menyadari betapa kecilnya manusia. Kita hanyalah setitik debu di alam semesta," kata dia

Sang pangeran mengakui, detik-detik ketika ia mengangkasa buat dirinya berdebar. "Jika seseorang berkata momentum itu tak menakutkan, sudah pasti ia bohong. Aku berdoa setiap saat. Peluncuran dan pendaratan adalah saat-saat mendebarkan."

Sebagai muslim, Sultan adalah manusia pertama yang salat dan melantunkan ayat-ayat suci Alquran dalam kondisi nol gravitasi.


Sultan bin Salman bin Abdulaziz Al Saud, astronot muslim pertama (Wikipedia)
Bagaimana cara ia salat di angkasa luar?

Sultan mengatakan, seorang muslim bisa berdoa kapan saja. "Menghadap ke segala arah. Seperti di pesawat luar angkasa, Anda tahu, kita tidak bisa benar-benar menghadap ke Mekah. Ke kiblat," kata dia seperti dikutip dari situs WBUR.

Namun, tak mudah untuk melakukan gerakan salat. "Saya harus mengikat kaki saya agar bisa sujud. Tapi, itu tak bisa dilakukan dengan sempurna karena kurangnya gravitasi."

Dalam kondisi musafir atau bepergian jauh, seorang muslim mendapat keringanan dalam beribadah.

"Sebagai musafir, saya sembahyang 3 kali sehari, bukan 5 kali. Dan saya salat berdasarkan waktu Florida, ketika pesawat kami mengangkasa."
Topik sebelumnyaKembali Ke AtasTopik selanjutnya